Mempelajari sungguh-sungguh suatu kebenaran, membuat kita mengalami perubahan hidup. Tapi belajar tanpa mempraktekkan adalah sia-sia .. gitu kata para sesepuh. Sebab pengetahuan tentang hal yang benar dan baik, betapapun hebatnya bila tidak dipraktekkan, diamalkan dalam kehidupan nyata, menjadi kesia siaan belaka. Hanya pengetahuan mengenai hal yang jahat, yang tidak perlu dipraktekkan.Faktor-faktor penentu sukses sejati bukanlah atribut2 fisik seperti gelar akademis, jabatan, uang de el el. Bahkan juga bukan sekedar sikap positif dan ketrampilan tertentu. Tapi lebih dari itu, ia mencakup pemahaman mengenai kebenaran dan mengenai keberadaan manusia dan segala potensinya, keyakinan dan peta mental seseorang serta komitmennya untuk mengembangkan kebiasaan dan karakter yang selaras dengan nilai2 kebenaran yang dipahaminya ... *waakkk ruwet amat neranginnya! Pokok e sukses sejati itu memanusiakan manusia ...*tambah nljimet kan?
Bukan hasil pemikiran pribadi, aku meminjam gagasan dari Andrias Harefa. Penulis buku Life Reinvented Series yang ber tema Membangkitkan Roh Keberhasilan dalam diri ...
Jaman dulu, dalam kultur masyarakat Jawa, seorang pria yang sukses didefinisikan sebagai orang yang memiliki 5 hal penting :
1. Garwo, alias istri. Kalo seorang pria belum beristri dianggap belum lengkap. Bahkan dalam cerita raja2 Jawa, memiliki istri saja masih kurang mentereng. Permaisuri memiliki hak untuk melahirkan putra mahkota.
2. Pusaka, nggak cuma keris dan rencong senjata andalan. Tapi juga gelar kebangsawanan dan kesarjanaan. Makin ampuh senjata koleksinya makin tinggi pangkatnya. Makin banyak gelarnya makin sukses dimata pengikutnya.
3. Wismo, atau Rumah. Dengan rumah yang makin banyak atapnya, makin luas tanahnya, makin megah bangunannya, berarti makin sukseslah pemiliknya.
4. Turonggo, atau kendaraan tunggangan. Kalau dulu hal ini diidentikkan dengan berbagai jenis kuda, maka sekarang diartikan sebagai kendaraan modern, Lamborgini, Mercedez, Porche ..
5. Kukilo. Jika dulu berarti perkutut, maka sekarang dapat diartikan apa saja yang berfungsi sebagai pengisi waktu luang. Main golf, mengoleksi batu permata dan berlian ato pesiar dengan kapal pribadi .. Wow!
Cuma sekedar nulis tentang ini, setelah menilik sendiri keadaanku yang babar blas bukan orang sukses. Definisi sukses diatas bersifat seksis dan diskriminatif berdasarkan jenis kelamin. Dalam perkembangannya kemudian masyarakat memberikan definisi baru yang lebih netral. Wanita sukses masih dihubungkan dengan suami dan anak. Punya karier bagus tanpa suami dianggap masih kurang lengkap. Jamannya yang makin rewel atau manusianya yang rewel? Nggak mudeng pisan ...
Banyak jalan yang benar menuju sukses, setelah melalui kegagalan he he! "Tidak penting berapa kali anda gagal, yang penting berapa kali anda bangkit" Seperti itulah pandangan yang unik dari Abraham Lincoln mengenai kegagalan. Perjalanan hidupnya adalah proses kebangkitan dari kegagalan berantai. Wajahnya yang keras karena benturan penderitaan itu terpampang dalam dolar dolar Amerika ..
Dan masih ada lagi beberapa orang sukses tanpa gelar! Thomas Alva Edison, drop-out sekolah dasar dan sempat menjadi pedagang asongan itu kemudian mencantumkan namanya dalam deretan ilmuwan terkemuka di muka bumi. Tidak kurang dari 3.ooo penemuan dicatat atas namanya atau atas nama orang2 yang bekerja dengannya. Tentunya dia menjadi cerdas tidak dengan cara ajaib! Ukuran sukses nggak hanya bersifat fisik dan materiil, tetapi juga nonfisik, psikologis, mental dan bahkan spiritual. Justru aspek2 psikis, mental dan spiritual itulah yang harus menjadi landasan sukses materiil. Tanpa itu, sukses material bersifat semu, menipu dan menyesatkan jiwa manusia ...
Sorry nih.. lagi minim ide, kumat deh jadi berfilsafat lagee ..















