Wednesday, April 2, 2008

Seandainya saja ...

Salah satu tujuan yang dimiliki banyak orang adalah bagaimana mengasah ketrampilan2 antisipasi mereka, bagaimana belajar dari pengalaman masa lalu dan dengan begitu mampu mengubah pengalaman itu menjadi kekuatan antisipasi ...

Gambarkan dua contoh pengalaman masa lalu dan jadikan sebagai gambaran antisipasi, agar mampu menerapkan wawasan kedepan dengan lebih baik.

Photobucket

Dulu aku paling demen ngucapin banyak kata2 "seandainya ..." Kayak gini nih :

- Seandainya dulu aku nggak bandel disekolah, sering bolos dan nggak bikin PR, kali sekarang dah jadi orang sukses ...
- Seandainya aku millioner, aku dah keliling dunia ...
- Seandainya aku wanita karier ...

Cah cih cuh dan masih banyak lagi "seandainya" dengan membayangkan gambaran kehidupan yang penuh kebahagiaan yang kemungkinan besar bisa diraih bila aku memiliki visi yang jelas tentang masa depan ! Masa depanku adalah hari ini yang sedang kuhadapi dan yang akan datang ... gitu lho !

Penyesalan penyesalan yang paling mendalam dalam kehidupan ini adalah penyesalan yang dimulai dengan frase "seandainya saja ... " Tapi aku dah sadar kalo hal itu nggak apik, aku nggak mau terjebak dalam satu kendala `orang gagal` yang pinginnya menetapkan tujuan2 bagi dirinya sendiri.

Aku cuma bisa menggantungkan penetapan2 pilihan dalam hidupku pada satu seseorang yaitu : diriku sendiri ... hanya itu tempat terbaikku untuk pencarian sepanjang hayat ! Waktu kukecil aku pernah pingin punya sayap biar bisa terbang. Padahal Pilot dan Pramugari juga bisa terbang walau nggak punya sayap ! Nah aku juga dah terbang membawa semua bocah2ku ke negoro eropah. Seandainya aku punya sayap, aku bisa terbang gratis bawa semua keluargaku ikut serta denganku .... Tuh kan, masih handal dengan frase "seandainya ..." lagi ! Whhhaaaa ... bener2 kalimat khayalan gitu ? Ah, aku kok jadi kayak orang bodoh yang dipenjarakan oleh rasa frustasi. *bangun dith, bangun ...

Photobucket

3 comments:

Anonymous said...

iyaa..q juga masih kayak gitu kadang-kadang auntie.. *malu :D
yang ada cuman kata seandainya.. dulu sering ngomong seandainya q les piano,sekarang da bisa.. tapi nggak les2 mpe skrg..huhu.. harus berubah! ^^.. tetep semangat!! hakuna matata! ^^

Anonymous said...

## to Elmo : Makasih Mo ...
Kalo tiap hari ngucapin kata2 seandainya .. Eh,malah jadi mellow.
Karna ingetnya yang udah2 dan jadi nyesel ....

Anonymous said...

Seandainya boleh2 aja sih mneurutku, tapi musti ditindak lanjuti untuk bisa mewujudkan kata2 setelah 'seandainya'. Jangan cm bisa ngomong 'seandainya' doank.

Sama aja dengan bermimpi kan, boleh bermimpi, tapi ya jgn mimpi tok.

Menurutku loh ya...