Wednesday, October 22, 2008

Sukses Tanpa Gelar

Mempelajari sungguh-sungguh suatu kebenaran, membuat kita mengalami perubahan hidup. Tapi belajar tanpa mempraktekkan adalah sia-sia .. gitu kata para sesepuh. Sebab pengetahuan tentang hal yang benar dan baik, betapapun hebatnya bila tidak dipraktekkan, diamalkan dalam kehidupan nyata, menjadi kesia siaan belaka. Hanya pengetahuan mengenai hal yang jahat, yang tidak perlu dipraktekkan.

Faktor-faktor penentu sukses sejati bukanlah atribut2 fisik seperti gelar akademis, jabatan, uang de el el. Bahkan juga bukan sekedar sikap positif dan ketrampilan tertentu. Tapi lebih dari itu, ia mencakup pemahaman mengenai kebenaran dan mengenai keberadaan manusia dan segala potensinya, keyakinan dan peta mental seseorang serta komitmennya untuk mengembangkan kebiasaan dan karakter yang selaras dengan nilai2 kebenaran yang dipahaminya ... *waakkk ruwet amat neranginnya! Pokok e sukses sejati itu memanusiakan manusia ...*tambah nljimet kan?

Bukan hasil pemikiran pribadi, aku meminjam gagasan dari Andrias Harefa. Penulis buku Life Reinvented Series yang ber tema Membangkitkan Roh Keberhasilan dalam diri ...
Jaman dulu, dalam kultur masyarakat Jawa, seorang pria yang sukses didefinisikan sebagai orang yang memiliki 5 hal penting :

1. Garwo, alias istri. Kalo seorang pria belum beristri dianggap belum lengkap. Bahkan dalam cerita raja2 Jawa, memiliki istri saja masih kurang mentereng. Permaisuri memiliki hak untuk melahirkan putra mahkota.

2. Pusaka, nggak cuma keris dan rencong senjata andalan. Tapi juga gelar kebangsawanan dan kesarjanaan. Makin ampuh senjata koleksinya makin tinggi pangkatnya. Makin banyak gelarnya makin sukses dimata pengikutnya.

3. Wismo, atau Rumah. Dengan rumah yang makin banyak atapnya, makin luas tanahnya, makin megah bangunannya, berarti makin sukseslah pemiliknya.

4. Turonggo, atau kendaraan tunggangan. Kalau dulu hal ini diidentikkan dengan berbagai jenis kuda, maka sekarang diartikan sebagai kendaraan modern, Lamborgini, Mercedez, Porche ..

5. Kukilo. Jika dulu berarti perkutut, maka sekarang dapat diartikan apa saja yang berfungsi sebagai pengisi waktu luang. Main golf, mengoleksi batu permata dan berlian ato pesiar dengan kapal pribadi .. Wow!

Cuma sekedar nulis tentang ini, setelah menilik sendiri keadaanku yang babar blas bukan orang sukses. Definisi sukses diatas bersifat seksis dan diskriminatif berdasarkan jenis kelamin. Dalam perkembangannya kemudian masyarakat memberikan definisi baru yang lebih netral. Wanita sukses masih dihubungkan dengan suami dan anak. Punya karier bagus tanpa suami dianggap masih kurang lengkap. Jamannya yang makin rewel atau manusianya yang rewel? Nggak mudeng pisan ...

Banyak jalan yang benar menuju sukses, setelah melalui kegagalan he he! "Tidak penting berapa kali anda gagal, yang penting berapa kali anda bangkit" Seperti itulah pandangan yang unik dari Abraham Lincoln mengenai kegagalan. Perjalanan hidupnya adalah proses kebangkitan dari kegagalan berantai. Wajahnya yang keras karena benturan penderitaan itu terpampang dalam dolar dolar Amerika ..

Dan masih ada lagi beberapa orang sukses tanpa gelar! Thomas Alva Edison, drop-out sekolah dasar dan sempat menjadi pedagang asongan itu kemudian mencantumkan namanya dalam deretan ilmuwan terkemuka di muka bumi. Tidak kurang dari 3.ooo penemuan dicatat atas namanya atau atas nama orang2 yang bekerja dengannya. Tentunya dia menjadi cerdas tidak dengan cara ajaib!
Ukuran sukses nggak hanya bersifat fisik dan materiil, tetapi juga nonfisik, psikologis, mental dan bahkan spiritual. Justru aspek2 psikis, mental dan spiritual itulah yang harus menjadi landasan sukses materiil. Tanpa itu, sukses material bersifat semu, menipu dan menyesatkan jiwa manusia ...
Sorry nih.. lagi minim ide, kumat deh jadi berfilsafat lagee .. Photobucket

18 comments:

Anonymous said...

Jadi intinya, kesuksesan memang beragam dan luas cakupannya.
Bisa jadi,orang laen menilai kita sudah sukses,tapi kitanya sendiri menilai belum apa2. Begitu juga sebaliknya.

Judith said...

Dooonyyy lagi begadang opo dah bangun subuh kiy :D neng nggonmu saiki jam 4 subuh kan ... Rajin ngeblog ya Don, tak Dongakke sukses kariermu :)

Maturnuwun

Andri Journal said...

Wah kedhisikan dony..Tangiku jam 5 je..huhu..Yen menurutku,sukses itu relatif mbak..Itu tergantung penilaian diri kita sendiri tentang hakikat sukses..Orang yg bisa mengubah dunia dg menemukan listrik bisa dikatakan sukses..0rang yg bisa tobat dari penjahat menjadi orang baik pun bisa jg disebut sukses..

Satu falsafah Jawa yg selalu mudah dikatakan tapi sulit untuk diterapkan,"nrimo ing pandum".

Judith said...

Prediksiku juga begitu Ndri, lha aku kiy sukses beranak lima lho :D

piyek said...

Aku merasa sukses kalo sudah bisa jadi ibu rumah tangga yang baik dan mendidik anak2ku kelak dengan baik pula *tsah*. Kayak mbak Judith gitcu llllooh.. (dikatakan dengan nuansa sinetron2 abegeh)

Anonymous said...

musti punya perkutut mami??????/
huahahahahahahahahahahahahaha....

Anonymous said...

yu.. keberhasilan ki piye to...
sing penting urip tentrm n cukup..
nah cukupnya manusia ini kadang2 gak ada batasannya ..
tiap orang beda2...
Yu.. lg gak knapa2 to? kok saiki rodo minim ide...
kangen je

Eucalyptus said...

Ngomongin masalah orang pintar & bodoh di postingan saya, postingan kamu ini menunjukan dirimu orang pintar yang mampu berfilsafat...
kamu pinter masak, kamu ibu & istri yang baik, kamu pandai bergaul... kamu bisa mendalami makna2 kehidupan..... wah.... luar biasa deh... Bravo Judith...

DuDuGi said...

waduuh abooot,dith. Bookmark dulu deh. Ntar baca lagi

Anonymous said...

setujuuu ... gelar memang tidak bisa menentukan kesuksesan kita kok ..

Anonymous said...

terlebih memperlakukan Garwo sebagai sigaring nyowo. alias separuh nyawa....duh. bahagianya...

Riri said...

lagi minim ide tapi postingannya menarik..ajarin bunda dongggg

Judith said...

# Piyek : Oh Piyek .. aku tersandung nih, eh tersanjung ...*diucapkan dengan nuansa telenovela*

# Tha : Whaa.. mami nggak suka perkutut, sukanya burung kakatua .D

# Amalia : Aku lagi nggak kenapa2 jeng, he he .. prediksiku juga begitu, sebatas itu positif cara meraihnya is ok no problem :D

# Eucalyptus : Hiks ... makasih mbak Evi, aku tersanjung nih.. belum seberapa mbak kalo dibanding orang2 pinter lainnya :)

# Blogendeng : Abooot apane Ndeng? ...*binun

# Febrie : Benul Feb .. hidup sukses! he he ...

# Gus . Bukan sigaring Gus, tapi sigaran he he :D

# Bunda Rie : Thanks Bun, ajarin aku juga dunk he he :D

Anonymous said...

nice posting mbak...
saya suka sekali pandangan mbak atas sebuah kesuksesan..setuju banget.

palagi sukses dunia akhirat..inilah sukses tinkat tinggi..

Judith said...

Aduuh Lex, jadi malu nih .. makasih lho :D

Oh jadi sukses dunia dan akhirat itu yang tertinggi toh.. kalo gitu akan lebih sulit ya dan banyak godaanya. Hidup sukses! He he ..

Anonymous said...

waaah..hihi.. lagi berkutit filsapat ya ini? hihi..

sukses.. iya terlalu luas juga yak pengertiannya. Tapi yang miris liatna tu kalo sukses soal nyari duit, soal materi, tapi nggak sukses dalam hal keluarga.

Judith,moga sukses selalu!hihi..^^

Milla Widia N said...

Turonggo Ferrari ne kok nda ada ya...hehehe... jadi inget quotes : to succeed, we must first believe that we can
lhaa kalo aku udah sukses dalam bidang apa yaaa... ;)

Judith said...

# Elmo : Bener Mo, emang rada gimanaaaa gitu kalo diskusi tentang kesuksesan karna terdiri dar berbagai macam sih :(

Thanks ya Mo, moga sukses juga buatmu :D

# Milla Widia : Waaaahh .. kau lupa menyebutkan ferrari La, he he.. Thanks ya