Tuesday, July 1, 2008

Tenaga Uap Air ...

Traktor jaman bahela dimodifikasi tetapi cara penggunaan dan fungsinya tetap sama.

Locomotif tertua diswiss yang telah diabadikan namun kadang dipamerkan pada acara tertentu.


Perahu Tradisional yang cara penggunaannya juga dengan tenaga uap air.

Wiken minggu lalu aku mengunjungi sebuah Austellung atau Pameran di sebuah desa kecil, tepatnya di Brienz. Jaraknya kurleb sejam setengah dari rumahku. Lumayan membosankan dalam perjalanan melalui jalan tol yang panas nyengat! si Andy dah nggak sabar pingin cepet nyampe di tujuan. Mengikuti maunya Andy untuk liat Damf Loki atau Lokomotif tenaga uap air, enjoylah kita ... nggak perlu ngebut! Seperti itulah anak kalo dah dikasih janji, nagih terus dengan pertanyaan yang sama cuma di bolak balik. Rencana mo dibatalkan tapi nggak ah, kesian anak!

Pada acara pameran tersebut memang khusus diadakan setahun sekali, yaitu atribut kendaraan yang menggunakan tenaga Uap air. Kendaraan yang dipamerkan terdiri dari berbagai macam, hanya saja kok nggak ada motor roda dua ya? ....*mikir nih.

Terdiri dari berbagai macam traktor, yang pada saat itu aku nggak bisa jelas motretnya karna uap yang terlalu kuat hingga menutupi sekitarnya, gelap deh! Kemudian Lokomotif yang kadang masih digunakan pada acara tertentu atau bahkan ada beberapa lokomotif kecil yang selalu digunakan sebagai transportasi mendaki gunung. Beberapa lagi yaitu Kapal dan perahu, aku cuma sempat motret perahunya aja! he he ...

Nah kendaraan2 tersebut digerakkan oleh tenaga uap air. Membutuhkan kilo hingga ton arang untuk memanaskan air hingga bisa menciptakan uap sesuai dengan yang dibutuhkan. Dalam hal ini tenaga orangpun sangat dibutuhkan untuk memompa tekanan uap air hingga semaksimal mungkin uap keluar dan bisa menggerakkan kendaraan tersebut.

Semua kendaraan yang dipamerkan sudah beratus ratus tahun dibuat namun semuanya masih dalam keadaan kuat dan terawat. Banyak sekali pengunjung yang datang termasuk para turis. Entahlah, mungkin bagi para pengunjung keseluruh kendaraan tersebut adalah jenis kendaraan langka atau barang antik. Aku juga pengunjung tapi aku sekedar pingin tau apakah itu, apakah ini, mengapa begini dan mengapa begitu yang kemudian berujung pangkal aku jadi berandai2 deh! Seandainya pada zaman sekarang tenaga uap air tersebut masih digunakan sebagai transportasi sehari2, mungkin kita nggak peduli dengan kenaikan harga BBM. Tapi kendaraan dengan tenaga uap air tersebut tetap saja efek sampingnya sama dengan bensin atau solar yaitu "polusi" ! Sembari mengeluarkan uap air, cerobong asap juga mengeluarkan uap hitam karena arang .. dan disamping itu, suara kendaraan2 tersebut lumayan berisik sampe si Andy seringkali tutup kuping ... *peluk2 Andy-ku cayank.

6 comments:

Anonymous said...

Hore.... komentator yang pertamax. :D

Mbak.... ajdi pengen ngeliat yang real neh.

Mike.... said...

wah..wah..danaunya kereeenn...

Judith said...

## To dhie : Thanks kang Dhie, yang realnya mah cakeeep ... bener2 indah, hi ...

## To Mike : Makasih Mike, tempat paling bagus buat merenung dan melukis ..

Anonymous said...

Itu lokomotif nya masih bisa jalan ya mbak ? Aku pengen liat deh ! Terakhir aku naek kereta api dari Muenchen sampai Venice dan pulang nya liwat Vienna nggak pernah nemuin sepur kluthuk macem itu ! Paling2 nemu nya yang berhenti di Deutch Museum di Muenchen ! Salam ....

Judith said...

Lokomotifnya masih jalan ki,liat deh asepnya ngebul lewat cerobong... he he! aku juga heran, kok terawat sekali ya Lokomotif, traktor, perahu dan kapal. Padahal udah beratus2 tahun lho. Saat itu aku cuma bisa motret pake kamera Hp pas baterry-nya dah hampir soak, jadi nggak bisa merekam lama.

Makasih Aki..

Anonymous said...

ehm... mbak cantik nian pemandangannya. kapan ya bisa nyasar ke Swiss ...heheee *ngimpi mode on*