
Memahami dunia anak kadang lucu dan menyenangkan ...
Anak2 pada dasarnya sangat kreatif dan mereka memiliki ciri2 individu yang kreatif. Misalnya rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, imajinasi yang tinggi, minat yang luas, tidak takut salah, berani menghadapi resiko, bebas dalam berfikir, senang akan hal2 yang baru dan masih banyak lagi ...
Dunia bermain pada anak2 tentu saja penuh spontanitas dan menyenangkan. Anak2 akan melakukan sesuatu dengan penuh semangat apabila hal itu terkait dengan suasana yang menyenangkan. Penuh dengan gelak tawa, bermain bersama kadang tanpa berfikir resikonya ...
Seperti itulah kira2 anak yang sedang dalam tahap perkembangan. Selain tumbuh secara fisik, mereka juga berkembang secara kejiwaan. Dengan memahami bahwa anak berkembang, kita akan tetap tenang bersikap dengan tepat menghadapi berbagai gejala yang mungkin muncul pada setiap tahap perkembangannya tersebut. Dan kita perlu senantiasa mengingat bahwa anak adalah anak2, bukan orang dewasa berukuran mini. Anak2 memiliki keterbatasan2 bila harus dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu mereka juga memiliki dunia tersendiri yang khas dan harus dilihat dengan kacamata anak2 ....
Foto diatas adalah : duduk didepan Diaz dan Andy (anak2ku), dibelakang Priska dan Allain (keponakan kami). Saya perhatikan mereka pada hari ini bermain dan tak lepas dari jepretan kamera, tetapi toh untuk mereka cuek saja sambil terus bermain duduk dalam sebuah gerobak milik adik iparku dan ditarik oleh anakku yang lain (nggak nampak dlm foto) ... Seperti inikah dunia anak2 ? ...
Aku sendiri tidak merasakan hal itu karena masa kecilku teramat suram dan tidak bahagia ... Aku tumbuh dan berkembang jauh dari kedua orangtuaku, pada saat itu aku tidak tahu dimana mereka. Tetapi setelah aku berumur 20 tahun, aku baru menemukan sosok ibuku. Dibalik kesuraman masa kecilku ternyata terkandung hikmah yang besar dan pada hikmah tersebut kugantungkan hidupku hingga hari ini. Pelajaran dan pendidikan yang diajarkan pada masa kecilku tidak bisa semuanya kuajarkan pada anak2ku, karena mereka sudah tumbuh dan berkembang pada abad yang lain ...
Saya ambil sebagian catatan diatas yaitu dari Sindhunata, beliau sang Editor si pemerhati masa depan anak dalam mencari kurikulum Pendidikan ...
Terimakasih masa laluku, terimakasih pengalamanku dan terimakasih pada situasiku yang sudah membuka hati dan pikiranku hingga aku tidak menyimpan dendam terhadap masa laluku juga terhadap siapapun !
Terimakasih Sang Pencipta ternyata anak2ku punya pendidikan lebih maju daripadaku dan melalui mereka aku juga banyak belajar untuk bersabar dan bersabar dalam menghadapi situasi yang kadang menciutkan hati dan pikiranku. Karena kelima anakku masih membutuhkanku, disitulah aku harus makin kuat dan berbesar hati. Mungkin kelak dikemudian hari ada salah satu dari anak2ku yang bisa meneruskan cita2ku yang gagal ... ( ?? )
9 comments:
dear mbak judith.
beruntung anak-anak punya ibu seperti mbak.
all the best-----
Bila ku melihat, apa yang Kau buat
Di dalam hidupku ini
Hanya airmata tanda sukacita
Mengalir di hidupku
Ku bersyukur, ku bersyukur
Atas kebaikan-Mu
Ku bersyukur, ku bersyukur
Atas kasih setia-Mu
@2007 welyar kauntu.
senang d baca posting ini. Walo masa kecil aunt Judith 'suram', but u grow and become a great mother. U'll learn from your past and the result is amazing....
Be blessed always ya... Salam buat anak2 aunt Diaz, Andy and the other kid... Ha3.
liat fotonya jadi pengen balik waktu masih kecil dulu.... :(
Mbak, apapun yang terjadi pada masa lalu itu adalah cambuk bagi kita untuk belajar menghadapi masa depan yang lebih baik.
Semoga anak-anak Mbak dapat mencapai kesuksesan seperti yang pernah Mbak cita-citakan..
menjadi seorang ibu ndak gampang yaa.. q blon jadi ibu2..hihi..menjadi seorang ibu keliatnya tantangan besar banget, gedein anak,ngurusin ini dan itu..n q anggap the real superhero itu adalah seorang ibu.. you are a superhero for your children..he he..
moga-moga apa yang auntie harapkan bisa menjadi bagian dari hidup aunti dan keluarga suatu saat.. salam ya buat family auntie! ^^
oiya...tadi q nggak liat fotonya! baru keliat sekarang..lucu-lucu yaaaaa.. ketawanya riang sekali.. q jadi mikir..kapan terakhir kali q tertawa lepas seperti itu.. ^^
Lho...Tak pikir itu foto masa kecilmu mbak...hakhak...BTW,cita2nya mbak dulu apa?Jangan2 maw jd dokter ya... ^_^
Hu um...Sayangi lah anak2 mbak Judith...Pengalaman masa kecil susah dilupain lho mbak...Makanya kudu diajarin yg baik2..hehe...Saya aja ampe sekarang masih inget pas bapak selalu ngajak nonton wayang malem2..Ampe skr pun saya suka sama yg namanya wayang kulit. ^_^
Salam.
Dith, waktu SMP dulu aku tinggal di asrama dengan anak2 yg tidak tau dimana orang tuanya. Waktu itu yayasan Xaverius belum mendirikan Panti Asuhan bagi mereka. Jadi kami2 ini yg membayar sebenarnya juga ikut menanggung biaya anak2 PA tersebut. Tetapi dari pengalaman tersebut aku justru belajar banyak mengenai persahabatan, kemandirian dan lain sebagainya. Di mata para suster kami semua sama saja, tidak ada yg diperlakukan berbeda satu dengan lain-nya. Kalau salah ya pasti kena strap. Seperti aku yg bolak-balik dimarahi dan hampir ditempeleng suster Domenika karena sering bolos ke gereja.
Setiap aku kabur pulang ke rumahku (jaraknya 1 1/2 jam naik angkutan umum) aku pasti membawa biscuit Marie Regal kalengan, susu indomilk, yg aku bagikan buat kawan2ku yg anak PA. Aku tau mereka sering termenung sedih karena tidak punya tempat untuk pulang. Aku bersyukur diberi kesempatan untuk tinggal dan bersekolah bersama mereka. Dari sana aku banyak mendapat pelajaran tentang hidup yg tidak aku dapatkan dari buku2 di sekolah.
Kamu adalah Ibu yang sangat baik, aku kagum dengan kekuatan cinta dan hatimu yg rela berkorban apa saja demi kebahagiaan kelima precilmu.
Thanks berat buat Temen2 yang dah ninggalin comment di sini ...
Comment kalian sangat mendukungku dan akan kujadikan support tuk hidupku ....
With Love, ...
Post a Comment